KONSEP STP
Konsep STP merupakan suatu konsep yang dapat digunakan untuk memposisikan dalam suatu merek di benak konsumen, sehingga merek tersebut akan memiliki keunggulan yang kompetitif dan berkesinambungan. Dalam konsep STP terdapat 3 elemen yang penting adalah sebagai berikut :
a. Segmenting : suatu upaya dalam memetakan pasar (sasaran program) dengan cara memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.
b. Targeting : Untuk membidik pada kelompok konsumen yang akan menjadi sasaran kita.
c. Positioning : Bagaimana cara kita untuk menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Membedakan produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.
KONSEP NILAI PELANGGAN
Nilai pelanggan merupakan pilihan yang dirasakan pelanggan dan evaluasi terhadap atribut produk, kinerja atribut dan konsekuensi yang timbul dari penggunaan produk untuk mencapai tujuan dan maksud konsumen ketika menggunakan produk. Adapun kaitan nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan dikaitkan dengan nilai pelanggan sebagai persepsi pelanggan terhadap konsekuensi yang diinginkan dari penggunaan produk tersebut. Semakin tinggi nilai pelanggan maka semakin tinggi kepuasan pelanggan. Sehingga nilai pelanggan dapat didefinisikan sebagai semua manfaat atau kualitas yang diperoleh oleh konsumen relatif terhadap pengorbanannya. Diformulasikan secara matematis, nilai pelanggan adalah total manfaat atau kualitas dibagi dengan harga (Khasanah, 2015).
Beberapa pasar menurut jenisnya :
a. Pasar Grosir, suatu pasar yang menjual jenis barang dalam jumlah besar. Misalnya dalam bentuk per kuintal, perton, perbal, pergross, dan lain-lain.
b. Pasar Pengecer, pada pasar pengecer didalamnya terdapat kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi ( bukan untuk keperluan usaha). .
c. Pasar Ekportir, suatu pasar yang dapat menawarkan produknya sampai luar negeri.
Dari berbagai jenis pasar tersebut akan terdapat sebuah pelanggan yang dibedakan menurut luar jangkauan antara lain :
a. Pelanggan Local, pelanggan yang berada didalam kota untuk membeli produk tersebut.
b. Pelanggan Nasional, pelanggan yang terdapat dalam satu tempat dengan pembelian produk.
c. Pelanggan Internasional, pelanggan yang berasal dari berbagai negara.
SEGMENTING/SEGMENTASI PASAR
Segmenting merupakan segmentasi pasar sebagai suatu proses untuk membagi-bagi atau mengkelompok-kelompokkan pasar yang heterogen ke dalam kelompok-kelompo ”potential customer”, yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. Terdapat empat variabel utama yang bisa digunakan sebagai dasar – dasar pengelompokkan pasar yaitu variabel demografi, geografi, psikografi, dan perilaku.
TARGETING/TARGET PASAR
Targeting/target pasar adalah persoalan bagaimana memilih, meyeleksi, dan menjangkau pasar. Produk dari targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran. Kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang optimal ada empat yaitu:
1) Responsif. Pasar sasaran harus responsif terhadap produk dan program-program pemasaran yang dikembangkan. Kalau pasar tidak merespon, tentu harus dicari tahu mengapa hal itu terjadi.
2) Potensi penjualan. Potensi penjualan harus cukup luas. Semakin besar pasar sasaran, semakin besar nilainya. Besarnya tidak hanya ditentukan jumlah populasi, tetapi juga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
3) Pertumbuhan memadai. Pasar tidak dapat dengan segera bereaksi. Pasar tumbuh perlahan-lahan sampai akhirnya meluncur dengan pesat dan mencapai titik pendewasaannya.
4) Jangkauan media. Pasar sasaran dapat dicapai dengan optimal kalau pemasar tepat memilih media untuk mempromosikan dan memperkenalkan pasarnya.
POSITONING
Positoning merupakan suatu upaya yang digunakan untuk pemasaran dengan cara meningkatkan citra, persepsi, dan imajinasi megenai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Tujuan dari adanya positoning yaitu memposisikan produk supaya terlihat berbeda dan juga terlihat unik. Terdapat 7 pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning yaitu:
1) Positioning berdasarkan atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan (attribute positioning), yaitu dengan jalan mengasosiasikan suatu produk dengan manfaat bagi pelanggan.
2) Positioning berdasarkan harga dan kualitas (price and quality positioning), yaitu posisioning yang berusaha menciptakan kesan/citra berkualitas tinggi lewat harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.
3) Positioning yang dilandasi dengan aspek penggunaan atau aplikasi (use application positioning).
4) Positioning berdasarkan pemakai produk (user positioning) yaitu mengaitkan produk dengan kepribadian atau tipe pemakai.
5) Positioning berdasarkan kelas produk tertentu (product class positioning), misalnya permen kopiko yang diposisikan sebagai kopi dalam bentuk permen, bukan permen rasa kopi.
6) Positioning berkenaan dengan pesaing (competitor positioning) yaitu dikaitkan dengan posisi persaingan terhadap pesaing utama.
7) Positioning berdasarkan manfaat (benefit positioning).
REFERENSI :
Karamoy, S. W. (2013). STRATEGI SEGMENTING, TARGETING
DAN POSITIONING PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN PRODUK KPR
BNI GRIYA. Jurnal EMBA, 1(3), 562-571.
Khasanah, I. (2015). ANALISIS PENGARUH NILAI
PELANGGAN, EXPERIENTIAL MARKETING DAN RASA KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN
PELANGGAN (STUDI KASUS HOTEL PONDOK TINGAL MAGELANG). Jurnal Studi
Manajemen & Organisasi, 12, 10-20.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar