Budaya Wisata Sedudo di Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Nganjuk mempunyai banyak wisata yang indah, salah satunya yaitu air terjun sedudo. Air terjun sedudo merupakan wisata yang menjadi centre di kabupaten Nganjuk. Di wisata Sedudo ini terdapat sebuah adat yang sering dilakukan oleh masyarakat desa ngliman. Adat tersebut dinamakan dengan siraman Sedudo. Siraman ini dilakukan pada bulan 1 suro. Upacara ini sering dinamakan dengan upacara keagamaan. Upacara ini dilakukan oleh perkumpulan warga yang sudah diatur dengan hukum warganya sendiri.
Nama Sedudo berasal dari kata "se" artinya satu dan "dudo" artinya seorang lelaki yang tidak mempunyai istri atau memang sengaja tidak mempunyai istri. Warga disekitar mempercayai bahwa sang dudo ini adalah orang yang menjadi tempat yang digunakan untuk mandi setiap hari oleh para lelaki duda tersebut. Oleh karena itu dinamakan dengan Sedudo.
Unsur-unsur yang ada di wisata Sedudo antara lain sebagai tempat upacara dikarenakan tempat ini merupakan tempat yang sakral dan suci. Waktu upacara yang dilakukan yaitu pada waktu yang tepat dengan waktu pelaksanaan upacara. Barang-barang yang harus dipenuhi yaitu barang yang harus dipenuhi pada saat upacara dilaksanakan yaitu seperti sesajen yang menjadi alat yang harus ada pada proses upacara. Selain itu orang-orang yang ada pada proses upacara yaitu orang-orang yang menjadi pemimpin pada jalannya upacara dan orang-orang yang oaham dengan adanya ritual upacara adat tersebut.
Tahap-tahao yang dilakukan pada proses siraman Sedudo yaitu dapat dilihat pada video ini https://youtu.be/NB22l24wrW4 :
1. Upacara diawali dengan adanya tarian sakral yang ditarikan oleh 15 penari putri yang membawa klenting. Tariannya menggambarkan wujud kepada Tuhan supaya upacara dapat berjalan dengan lancar.
2. Dari arah timur 15 gadis tersebut yang mempunyai rambut panjang dan memakai banju cantik bagaikan bidadari yang turun dari langit berjalan menuju di hadapannya bupati Nganjuk. Dan duduk/jongkok memberikan hormat mohon doa restu.
3. Bapak bupati memberikan klenting kepada 5 gadis yang duduk dihadapannya secara bergantian.
4. Setelah itu klenting tersebut diberikan, 5 gadis tersebut berdiri dan berjalan pelan-pelan yang diikuti oleh 10 gadis lainnya menuju di tengah kolam atau dibawah air terjun sedudo.
5. Setelah 5 gadis tersebut sampai ditengah kolam, klenting yang dibawa tersebut diserahkan kepada 5 lelaki taruna yang sudah menunggu dibawah air terjun sedudo.
6. 5 lelaki tersebut mengisi klenting dari 5 gadis tersebut dengan air yang ada di air terjun sedudo. Dan diserahkan kepada 5 gadis tersebut. Kemudian dibawa menuju pinggir kolam yang diikuti oleh 10 gadis lainnya dan 5 lelaki tersebut.
7. Air suci tersebut diserahkan kepada juru kunci makan desa ngliman bersama dengan para sesepuh desa.
8. Setelah itu air suci dibawa ke atas dan selanjutnya akan disimpan di makam desa ngliman.
9. Sambutan dan peresmian siraman Sedudo oleh bupati kabupaten Nganjuk.
10. Pembacaan doa yang menggunakan bacaan islam.
11. Mandi bersama di kolam air terjun sedudo dan dilanjutkan dengan ziarah makam di kiyai desa ngliman.
Itulah adat yang terdapat di wisata Sedudo desa ngliman kabupaten Nganjuk.