Kamis, 24 Desember 2020

BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

 BAURAN LOKASI 

DAN 

SALURAN DISTRIBUSI

I. KONSEP LOKASI DALAM BAURAN PEMASARAN

   Penentuan lokasi merupakan hal yang sangat penting dalam bauran pemasaran. Dalam persaingan yang ketat membuat penentuan lokasi mempunyai pngaruh yang signifikan dari sumber pendanaan konsumen ke produsen atau pelanggan. Selain itu hal terpenting lainnya adalah sarana dan prasarana yang tersedia disekitar tempat tersebut, supaya konsumen atau pelanggan dapat dengan mudah untuk menjangkaunya. Dalam pemilihan lokasi dapat digantungkan pada keperluan yang sibutuhkan ole perusahaan tersebut, misalnya :

a. Lokasi untuk kantor pusat

b. Lokasi untuk kantor Wilayah

c. Lokasi untuk kantor cabang

d. Kantor kas

e. Mesin-mesin ATM

Sedangkan dalam menentukan lokasi pemasaran terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

a) Dekat dengan lokasi pasar, Keputusan pembukaan kantor cabang atau kas dekat dengan pasar.             Sehingga pedagang bisa mudah bertransaksi dalam bisnis sehingga tidak terlalu khawatir dengan            uang tunai.

b) Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat, mempermudah masyarakat dalam bertransaksi     dengan kantor cabang, sehingga tidak terjadi kesulitan untuk bertransaksi.

c) Dekat dengan kawasan industri dan pabrik, mempertimbangkan pembukaan kantor dikawasan         industri, agar bisa menawarkan fasilitas tabungan bagi karyawan atau jasa lainnya.

d) Dekat dengan perkantoran, yang menjadi target atau tolak ukur adalah karyawan kantor dan                kantor. Untuk karyawan kantor bisa melakukan penabungan pada bank yang dekat dengan lokasi            kantor, sedangkan untuk perkantoran sendiri menawarkan sistem pembayaran gaji karyawan secara        otomatis (payroll) kepada kantor atau perusahaan.

e) Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di suatu lokasi, jika lokasi yang dipilih sudah            padat dengan lembaga keuangan lainnya, sehingga nantinya akan sulit memperluas market share            suatu lembaga.

II. KRITERIA DAERAH YANG POSITIF UNTUK PEMASARAN

Kriteria daerah yang dapat dijadikan sebagai pemasaran antara lain :

a. Lokasi sesuai dengan demografi konsumen, hal yang perlu diperhatikan dalam menetukan lokasi       dengan demografi konsumen yaitu dari gender, usia dan tingkat pendapatan. Serta pilihlah lokasi yang    banyak dilewati oleh target market usaha.

b. Lokasi yang mudah dijangkau, memastikan lokasi usaha memiliki cara akses yang beragam dan    mudah.Serta memperhatikan pula tingkat kemacetan dan lahan parkir yang tersedia.

c. Tempat ushaa yang luas dan idealtempat usaha yang strategis dengan luas yang cukup akan        lebih memudahkan konsumen dalam menjelajah berbagai produk yang ditawarkan, tanpa harus        terlalu banyak berjalan.

d. Lokasi usaha berdekatan dengan kompetitor, dapat mempermudah dalam memasarkan dan                mengiklankan tempat usaha lebih baik

e. Lokasi usaha dekat dengan bisnis penunjang, 

f. Lokasi usaha yang sering melakukan usaha,

g. Lokasi usaha yang mudah terlihat, 

III. PERSYARATAN LEGISLASI WILAYAH K3 DALAM KEGIATAN PEMASARAN

Pada UU No. 1 tahun 1970 peraturan K3 dalam melakukan perlindungan terhadap aset perusahaan baik sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya. K3 sudah terintegrasi didalam sebuah fungsi perusahaan baik fungsi perencanaan, produksi dan pemasaran serta fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan. Kewajiban K3 merupakan kewajiban seluruh karyawan maupun semua orang yang bekerja atau berada di lingkungan tersebut.

Dasar pelaksanaan K3 sebagai berikut :

a. setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan        dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.

b. setiap orang yang berada di tempat kerja perlu jaminan keselamatan.

c. setiap sumber-sumber produksi yang digunakan secara efisien dan efektif.

d. pengurus/pimpinan perusahaan wajib memenuhi dan mematuhi semua syarat-syarat dan ketentuan        K3 yang berlaku dalam perusahaan dan tempat kerja yang sedang dijalankan.

e. setiap orang yang memasuki tempat kerja diwajibkan mentaati semua persyaratan K3.

f. tercapainya kecelakanaan nihil.

IV. KONSEP DAN KEGUNAAN SALURAN DISTRIBUSI

Konsep distribusi secara langsung :


Konsep distribusi secara tidak langsung




Kegunaan saluran distribusi

  • Information adalah mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
  • Promotion adalah pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.
  • Negotiation adalah mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.
  • Ordering adalah pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.
  • Payment adalah pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.
  • Title adalah perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.
  • Physical Possession adalah mengangkut dan menyimpan barang-barang dari  bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.
  • Financing adalah meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.
  • Risk Taking adalah menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

V. TIPE-TIPE DISTRIBUSI

Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan suatu produk berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Distribusi adalah penghubung atau jembatan yang sangat penting agar produk dari produsen dapat sampai ke tangan konsumen dengan efektif dan efisien. Tipe-tipe distribusi antara lain :

1. Distribusi Langsung, kegiatan yang dilakukan produsen untuk menjual barang atau jasa langsung        kepada konsumen. Sistem distribusi seperti ini sangat sesuai untuk pengusaha yang tidak memiliki        anggaran besar. Distribusi langsung tidak melibatkan pihak ketiga sehingga biaya produksi dapat            ditekan.

2. Distribusi Semi Langsung, kegiatan distribusi yang memerlukan agen sebagai perantara antara             produsen dan konsumen. Umumnya, perusahaan yang memilih distribusi jenis ini adalah perusahaan     khusus yang membuat barang berkualitas dengan harga yang cukup tinggi.Agen sebagai perantara,        berfungsi sebagai pihak ahli yang memastikan bahwa barang atau jasa yang dijual tetap memiliki            kualitas yang sama dari produsen ke konsumen.

3. Distribusi Tidak Langsung, jenis distribusi yang umum digunakan oleh produsen. Distribusi tidak        langsung adalah suatu sistem yang melibatkan beberapa distributor sebelum akhirnya produk sampai     ditangan konsumen.

VI. EVALUASI UPAYA PENGENDALIAN SALURAN DISTRIBUSI

1. Struktur organisasi dapat memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas. 

2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang dapat memberikan perlindungan pada kekayaan,         uang, pendapatan, dan biaya.

3. Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsu dalam setiap unitnya. 

4. Melakukan seleksi terhadap karyawan yang sesuai dengan mutu dan diberikan tanggungjawab yang        sesuai. 

VII. MANAJEMEN KONFLIK DALAM SALURAN DISTRIBUSI

Konsep kepuasan konsumen yang harus dipahami yaitu antar produsen dan saluran distribusi. apabilai dari kedua hal tersebut mengalami sebuah perbedaan maka akan terjadi sebuah konflik saluran. konflik saluran yang terjadi yaitu konflik horizontal dan konflik vertikal.

a. Konflik horizontal, konflik yang terjadi pada satu saluran dan dalam satu perusahaan sejenis. 

b. Konflik vertikal, konflik yang terjadi pada saluran yang sama, namun level perusahaannya yang            berbeda.

Untuk mengurangi adanya konflik tersebut yaitu pada setiap pada setiap individu dan organisasi dalam saluran distribusi harus memerankan diri sebagai suatu kesatuan yang utuh melalui kepatuhan atas perjanjian yang telah dilakukan.

Kamis, 17 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN PRODUK

BAURAN PEMASARAN PRODUK

        Bauran pemasaran atau Marketing Mix merupakan suatu perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan. Selain itu bauran pemasaran atau Marketing Mix  juga merupakan faktor yang dapat dikuasai oleh seorang manajer pemasaran untuk mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang ditawarkan. Faktor yang dapat mempengaruhi antara lain : Product, Price, Place, dan Promotion.

ARTI DAN MACAM-MACAM PRODUK

Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan disuatu pasar baik produk nyata maupun tidak nyata (jasa) yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pasar. Produk dibedakan menjadi 2 macam kelompok yaitu :

a. Organisasi konsumsi, barang yang dapat digunakan langsung oleh konsumen dan tidak         dapat dijual kembali. Produk organisasi konsumsi dapat dibedakan menjadi :

 - Convenience goods/kemudahan dalam memperoleh, barang dapat dibeli dan dimanfaatkan     oleh konsumen dan tidak memerlukan daya upaya yang sulit dikarenakan barang tersebut     berada disekitar konsumen. Contohnya beras, gula, sikat gigi, dan lain sebagainnya.

 - Shopping goods, barang yang dibutuhkan konsumen dan untuk memperolehnya konsumen     harus melakukan penelitian atau perbandingan dari toko ke toko lain. Hal yang biasanya       digunakan untuk perbandingan yaitu kualitas, design, jenis, harga. Shopping Good antara    lain fashion goods (pakaian, sepatu, aksesoris), Service goods (alat rumah tangga, tempat    tidur), Bulk goods (barang yang dibeli dalam jumlah besar), Speciality goods (barang yang    dibeli oleh konsumen dengan upaya yang khusus yaitu menabung dulu atau jarak yang         jauh).

b. Industrial goods/barang produsen, barang yang dibeli untuk diperdagangkan lebih             lanjut dan dipakai dalam proses pengolahan lebih lanjut. Jenis-jenis barang tersebut             antara lain :

    - bahan mentah, antara lain besi, baja, kapas, kayu.

    - bahan kebutuhan pabrik, antara lain tekstil.

    - bahan kebutuhan operasi, antara lain bensin, solar, oli.

    - peralatan yang vital, antara lain mesin pengiling tebu pada pabri gula.

    - peralatan tambahan, trailer, alat pengangkut barang dari darat ke kapal.

STRATEGI PEMASARAN PRODUK

Sebagai cara untuk meningkatkan penjualan maka dapat dibutuhkan strategi pemasaran yang biasa disebut dengan 4P (Product, Price, Place,Promotion).

1. Product (Produk), dalam hal ini setiap UMKM atau pelaku usaha harus menentukan produk yang menjadi andalan dan bagaimana cara meningkatkan produk andalannya tersebut. hal yang dapat dilakukan antara lain menambah varian rasa, varian bentuk, varian ukuran, dan kualitas yang harus dijaga. 

2. Price (Harga), merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa. Tinggi rendahnya harga menjadi suatu perhatian utama para konsumen untuk membeli barang atau jasa. 

3. Place (Tempat), merupakan hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari sebuah pemasaran. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus.

4. Promotion, trategi pemasaran yang sangat dibutuhkan sebuah usaha, baik usaha kecil maupun usaha yang sudah berkembang besar. Sebelum mengetahui metode ataupun strategi promosi yang sering digunakan para pelaku bisnis, yang dimaksud dengan promosi adalah  kegiatan pendukung strategi pemasaran yang sengaja diadakan untuk mengingatkan para konsumen mengenai produk atau jasa dengan brand tertentu.

ARTI DAN MACAM-MACAM JASA

Jasa merupakan suatu aktivitas yang tidak berwujud, tidak dapat diraba, namun dapat diidentifikasikan, yang telah direncanakan dan dilaksanakan untuk memenuhi permintaan dan memenuhi kepuasan konsumen. Jenis-jenis jasa antara lain :

1. Jasa Perawatan Pribadi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; pijat, perawatan kecantikan, salon, binatu pakaian, dan lain-lain.

2. Jasa Perumahan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; kamar hotel, apartment, rumah tinggal, kost, dan lainnya.

3. Jasa Komunikasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; telepon, telegram, komputer, internet.

4. Jasa Usaha Rumah Tangga, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa tukang kebun, air minum, perbaikan rumah, dan lain-lain.

5. Jasa Transportasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; taxi, jasa pengiriman barang, jasa angkut barang, penyewaan mobil.

6. Jasa Rekreasi dan Hiburan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini antara lain; kebun binatang, taman bunga, tempat wisata, tempat hiburan, dan lain-lain.

7. Jasa Bisnis dan Profesi lainnya, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa hukum, jasa akuntan, jasa pemasaran, dan lainnya.

8. Jasa Asuransi, Bank dan Finansial, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; perpajakan, asuransi, perbankan, kredit.

STRATEGI PEMASARAN JASA

1. Memperikan pelayanan yang efisien, Efisien disini dapat berarti cepat dan tepat, tidak terlalu ribet dan cukup sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

2. Meningatkan kinerja karyawan, 

3. Penentuan harga yang masuk akal, 

4. Memanfaatkan teknologi,

5. Menyesuaikan budaya yang sedang berkembang.

CONTOH STUDI KASUS

PERMASALAHAN :

        Penjualan lebah yang hanya dilakukan di kampung Cikurutug saja, sehingga konsumen yang dapat menjangkaunya tidak terlalu luas. Dengan hal ini maka diharapkan adanya rekomendasi agar jangkauan pasar yang dapat dijangkau bisa lebih luas lagi. dengan hal tersebut dapat ditambahkan adanya pengabdian masyarakat yang memevahkan masalah tersebut. Selain itu hal yang dapat dilakukan yaitu melakukan strategi pemasaran dengan 4P (Product, Price, Place, dan Promotion).

PENYELESAIAN :

Strategi  pemasaran  yang  dilakukan  adalah  dengan  menggunakan  bauran pemasaran  4P  yaitu product,  price,  place dan promotion.  Namun  sebelum  itu, dilakukan   terlebih   dahulu   proses   STP   yaitu segmenting,   targeting dan positioning.  Tujuannya  adalah agar pemasaran  yang  akan  dilakukan sesuai dengan  target  sasaran  yang  diharapkan.  Hal  ini  dikarenakan saat ini  yang menjadi  produk  hasil  ternaknya  adalah  madu  lebah  alami yang  lebih ditargetkan untuk  para pengunjung  peternakan  dan  reseller. Oleh  sebab  itu diperlukan strategi untuk membidik konsumenlebih luas lagi.

Dalam  menentukan  strategi  pemasaran,  tidak  hanya  cara  memasarkannya saja   yang   harus   ditingkatkan   seperti   promosi.   Namun   diperlukan   pula adanya  perbaikan  kualitas  produk olahan atau  bahkan  diversifikasi  produk olahan agar dapat menjangkau target pasar yang lebih luas. Jadi tidak hanya menjangkau  konsumen  yang  berada  di  sekitar  lokasi ternak  madu  lebah tetapi  juga  menjangkau  konsumen  yang  berasal  dari  tempat  yang  jauh atau  daerah  lain, misalnya  menjadikan  produk  madu lebah Kampung  Cikurutug.


Referensi :

Handayani, R. D. (2019). Pengembangan Pemasaran Madu Lebah Dengan Bauran Pemasaran 4PDi Desa Ciburial, Kampung Cikurutug Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. JURNAL SOSIAL & ABDIMAS, 1(1), 1-10.

 



 

Kamis, 10 Desember 2020

SEGMENTING, ORGANIZING, DAN POSITONING


KONSEP STP

Konsep STP merupakan suatu konsep yang dapat digunakan untuk memposisikan dalam suatu merek di benak konsumen, sehingga merek tersebut akan memiliki keunggulan yang kompetitif dan berkesinambungan. Dalam konsep STP terdapat 3 elemen yang penting adalah sebagai berikut :

a. Segmenting : suatu upaya dalam memetakan pasar (sasaran program) dengan cara memilah-milahkan        konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal,           penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

b. Targeting : Untuk membidik pada kelompok konsumen yang akan menjadi sasaran kita.

c. Positioning : Bagaimana cara kita untuk menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Membedakan           produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya. 

KONSEP NILAI PELANGGAN

    Nilai pelanggan merupakan pilihan yang dirasakan pelanggan dan evaluasi terhadap atribut produk, kinerja atribut dan konsekuensi yang timbul dari penggunaan produk untuk mencapai tujuan dan maksud konsumen ketika menggunakan produk. Adapun kaitan nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan dikaitkan dengan nilai pelanggan sebagai persepsi pelanggan terhadap konsekuensi yang diinginkan dari penggunaan produk tersebut. Semakin tinggi nilai pelanggan maka semakin tinggi kepuasan pelanggan. Sehingga nilai pelanggan dapat didefinisikan sebagai semua manfaat atau kualitas yang diperoleh oleh konsumen relatif terhadap pengorbanannya. Diformulasikan secara matematis, nilai pelanggan adalah total manfaat atau kualitas dibagi dengan harga (Khasanah, 2015).

    Beberapa pasar menurut jenisnya :

a. Pasar Grosir,  suatu pasar yang menjual jenis barang dalam jumlah besar. Misalnya dalam bentuk per kuintal, perton, perbal, pergross, dan lain-lain.

b. Pasar Pengecer, pada pasar pengecer didalamnya terdapat kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi ( bukan untuk keperluan usaha). .

c. Pasar Ekportir, suatu pasar yang dapat menawarkan produknya sampai luar negeri.

Dari berbagai jenis pasar tersebut akan terdapat sebuah pelanggan yang dibedakan menurut luar jangkauan antara lain :

a. Pelanggan Local, pelanggan yang berada didalam kota untuk membeli produk tersebut.

b. Pelanggan Nasional, pelanggan yang terdapat dalam satu tempat dengan pembelian produk.

c. Pelanggan Internasional, pelanggan yang berasal dari berbagai negara.

SEGMENTING/SEGMENTASI PASAR

Segmenting merupakan segmentasi pasar sebagai suatu proses untuk membagi-bagi atau mengkelompok-kelompokkan pasar yang heterogen ke dalam kelompok-kelompo ”potential customer”, yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. Terdapat empat variabel utama yang bisa digunakan sebagai dasar – dasar pengelompokkan pasar yaitu variabel demografi, geografi, psikografi, dan perilaku. 

TARGETING/TARGET PASAR

Targeting/target pasar adalah persoalan bagaimana memilih, meyeleksi, dan menjangkau pasar. Produk dari targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran. Kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang optimal ada empat yaitu: 

1) Responsif. Pasar sasaran harus responsif terhadap produk dan program-program pemasaran yang dikembangkan. Kalau pasar tidak merespon, tentu harus dicari tahu mengapa hal itu terjadi. 

2) Potensi penjualan. Potensi penjualan harus cukup luas. Semakin besar pasar sasaran, semakin besar nilainya. Besarnya tidak hanya ditentukan jumlah populasi, tetapi juga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut. 

3) Pertumbuhan memadai. Pasar tidak dapat dengan segera bereaksi. Pasar tumbuh perlahan-lahan sampai akhirnya meluncur dengan pesat dan mencapai titik pendewasaannya. 

4) Jangkauan media. Pasar sasaran dapat dicapai dengan optimal kalau pemasar tepat memilih media untuk mempromosikan dan memperkenalkan pasarnya. 

POSITONING

Positoning merupakan suatu upaya yang digunakan untuk pemasaran dengan cara meningkatkan citra, persepsi, dan imajinasi megenai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Tujuan dari adanya positoning yaitu memposisikan produk supaya terlihat berbeda dan juga terlihat unik. Terdapat 7 pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning yaitu: 

1) Positioning berdasarkan atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan (attribute positioning), yaitu dengan jalan mengasosiasikan suatu produk dengan manfaat bagi pelanggan. 

2) Positioning berdasarkan harga dan kualitas (price and quality positioning), yaitu posisioning yang berusaha menciptakan kesan/citra berkualitas tinggi lewat harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai. 

3) Positioning yang dilandasi dengan aspek penggunaan atau aplikasi (use application positioning). 

4) Positioning berdasarkan pemakai produk (user positioning) yaitu mengaitkan produk dengan kepribadian atau tipe pemakai. 

5) Positioning berdasarkan kelas produk tertentu (product class positioning), misalnya permen kopiko yang diposisikan sebagai kopi dalam bentuk permen, bukan permen rasa kopi. 

6) Positioning berkenaan dengan pesaing (competitor positioning) yaitu dikaitkan dengan posisi persaingan terhadap pesaing utama. 

7) Positioning berdasarkan manfaat (benefit positioning). 

REFERENSI :

Karamoy, S. W. (2013). STRATEGI SEGMENTING, TARGETING DAN POSITIONING PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN PRODUK KPR BNI GRIYA. Jurnal EMBA, 1(3), 562-571.

Khasanah, I. (2015). ANALISIS PENGARUH NILAI PELANGGAN, EXPERIENTIAL MARKETING DAN RASA KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS HOTEL PONDOK TINGAL MAGELANG). Jurnal Studi Manajemen & Organisasi, 12, 10-20.

 

Sabtu, 11 April 2020

Budaya Wisata Sesudo di Kabupaten Nganjuk

Budaya Wisata Sedudo di Kabupaten Nganjuk

  Kabupaten Nganjuk mempunyai banyak wisata yang indah, salah satunya yaitu air terjun sedudo. Air terjun sedudo merupakan wisata yang menjadi centre di kabupaten Nganjuk. Di wisata Sedudo ini terdapat sebuah adat yang sering dilakukan oleh masyarakat desa ngliman. Adat tersebut dinamakan dengan siraman Sedudo. Siraman ini dilakukan pada bulan 1 suro. Upacara ini sering dinamakan dengan upacara keagamaan. Upacara ini dilakukan oleh perkumpulan warga yang sudah diatur dengan hukum warganya sendiri.
  Nama Sedudo berasal dari kata "se" artinya satu dan "dudo" artinya seorang lelaki yang tidak mempunyai istri atau memang sengaja tidak mempunyai istri. Warga disekitar mempercayai bahwa sang dudo ini adalah orang yang menjadi tempat yang digunakan untuk mandi setiap hari oleh para lelaki duda tersebut. Oleh karena itu dinamakan dengan Sedudo.
  Unsur-unsur yang ada di wisata Sedudo antara lain sebagai tempat upacara dikarenakan tempat ini merupakan tempat yang sakral dan suci. Waktu upacara yang dilakukan yaitu pada waktu yang tepat dengan waktu pelaksanaan upacara. Barang-barang yang harus dipenuhi yaitu barang yang harus dipenuhi pada saat upacara dilaksanakan yaitu seperti sesajen yang menjadi alat yang harus ada pada proses upacara. Selain itu orang-orang yang ada pada proses upacara yaitu orang-orang yang menjadi pemimpin pada jalannya upacara dan orang-orang yang oaham dengan adanya ritual upacara adat tersebut.
  Tahap-tahao yang dilakukan pada proses siraman Sedudo yaitu dapat dilihat pada video ini https://youtu.be/NB22l24wrW4 :
1. Upacara diawali dengan adanya tarian sakral yang ditarikan oleh 15 penari putri yang membawa klenting. Tariannya menggambarkan wujud kepada Tuhan supaya upacara dapat berjalan dengan lancar.
2. Dari arah timur 15 gadis tersebut yang mempunyai rambut panjang dan memakai banju cantik bagaikan bidadari yang turun dari langit berjalan menuju di hadapannya bupati Nganjuk. Dan duduk/jongkok memberikan hormat mohon doa restu.
3. Bapak bupati memberikan klenting kepada 5 gadis yang duduk dihadapannya secara bergantian.
4. Setelah itu klenting tersebut diberikan, 5 gadis tersebut berdiri dan berjalan pelan-pelan yang diikuti oleh 10 gadis lainnya menuju di tengah kolam atau dibawah air terjun sedudo.
5. Setelah 5 gadis tersebut sampai ditengah kolam, klenting yang dibawa tersebut diserahkan kepada 5 lelaki taruna yang sudah menunggu dibawah air terjun sedudo.
6. 5 lelaki tersebut mengisi klenting dari 5 gadis tersebut dengan air yang ada di air terjun sedudo. Dan diserahkan kepada 5 gadis tersebut. Kemudian dibawa menuju pinggir kolam yang diikuti oleh 10 gadis lainnya dan 5 lelaki tersebut.
7. Air suci tersebut diserahkan kepada juru kunci makan desa ngliman bersama dengan para sesepuh desa.
8. Setelah itu air suci dibawa ke atas dan selanjutnya akan disimpan di makam desa ngliman.
9. Sambutan dan peresmian siraman Sedudo oleh bupati kabupaten Nganjuk.
10. Pembacaan doa yang menggunakan bacaan islam.
11. Mandi bersama di kolam air terjun sedudo dan dilanjutkan dengan ziarah makam di kiyai desa ngliman.
  Itulah adat yang terdapat di wisata Sedudo desa ngliman kabupaten Nganjuk.