Rabu, 24 Maret 2021

Alasan Membuat Produk Obat Alami Pembasmi Kol/keong sawah

 Kol/keong merupakan sejenis siput air yang dapat dijumpai pada perairan tawar dan sawah. Siklus hidup kol/keong bergantng pada temperature, hujan, atau ketersediaan air dan makanan. Temperature yang tinggi dengan makanan yangu cukup siklus hidup yang pendek, kurang lebih 3 bulan, dan bereproduksi sepanjangtahun. Namun, jika makanan yang dimiliki kurang siklus hidupnya akan panjangdan hanya bereproduksi pada musim semi dan musim panas. Pada daerah subtropics keong akan aktif dan bereproduksi pada awal musim semi dan akhir musim panas. Selanjutnya keong akan mengubur dirinya didalam tanah yange Lembab dan aktif kembali pada saat temeratur air naik. Pada daerah subtropics keong akan aktif sepanjang tahun . keong dapat hidup 2-6 tahun. Telur yang dihasilkanakan diletakkan dalam kelompok pada tumbuhan, pematang, ranting, dan lainnya.

Tanaman padi adalah tanaman yang sangat rentan terhadap serangan kol/keong sampai 15 hari setelah tanam padi yang dipindahkan dan 30 hari setelah setelahpadi disebar. Kerusakan padi tergantung pada ukurang dari ko/keong sawah, 3 ekor kol/keong sawah per m2 pada tanaman padi sudah dapat mengurangihasil secara nyata.

Dengan permasalahan tersebut haruslah dilakukan untuk dapat mengurangi pertumbuhan dari kol/keong sawah yang dapat merugikan hasil pertanian petanie Secaracepat. Hal yang dilakukan haruslah juga memperhatikan dampak negatif Dan positif dengan adanya tindakan tersebut. Sehingga menjadi kewajiban kitan Untuk dapat membuat cara yang efektif, cepat, dan tepat.

Ide bisnis yang dibuat oleh kelompok kami yaitu bisnis obat pembasmi kol/keong sawah. Produk kami berasal dari bahan baku alami yaitu dari sari ketela pohon Dengan produk ini tidak menimbulkan dampak negatif. Sehingga dengan produk ini petani akan lebih mudah dalam menangani kol/keong mas di sawah yang dapat merugikan hasil pertanian. Produk yang dihasilkan akan dapat mengurangipertumbuhan kol/keong sawah.

Ketela pohon yang dapat mengeluarkan asam sianida dan berbentuk senyawa enzimatis yang berasal dari dua senyawa prekusor yaitu linamarin dan metillinamarin. Saat umbi mengalami kerusakan mekanis, dari kedua senyawa

akan kontak dengan enzim linamarase dan oksigen dari udara dan merombak

menjadi glukosa, aseton, dan asam sianida. Asam sianida dapat menghambat dari

proses respirasi kol/keong.